Baru-baru ini saya sedang boros-borosnya menjadi manusia. Boros waktu, boros umur, boros makan, boros uang, dan lain-lain. Memeras otak untuk mencari cara menjadi hemat-sehematnya seperti saya yang biasanya.
Terkadang menjadi hemat itu sangat-sangat menyakitkan. Kenapa? Bayangkan saja, dengan jumlah uang yang Anda miliki, Anda melihat orang lain bisa membeli makanan yang lebih mahal, baju yang lebih mahal, nongkrong di tempat yang elite, dsb. Bisa saja Anda mengeluarkan uang untuk mendukung kegiatan tersebut, tapi toh untuk apa? Makanan mau semahal apapun hasilnya juga sama saja, pakaian super mahal tapi Anda tidak sesuai dengan diri Anda juga cuma akan menjadi sia-sia belaka. Intinya, bagaimana caranya mengolah keuangan supaya Anda tetap bisa ‘cukup’ bersenang-senang menikmati hasil jerih payah Anda namun tidak mengorbankan uang tabungan atau bahkan masa depan Anda?
Karena saya bukan ahli keuangan, saya sempat membaca beberapa artikel untuk menjadi hemat dan saya rasa simple action seperti ini justru membantu kita hemat dari hal yang terkecil. Dari artikel yang saya baca dan juga pengalaman pribadi, ada beberapa ide untuk melakukan penghematan dengan cara sederhana, yang mudah dilakukan tanpa harus menjadi pelit. Mungkin Anda semua bisa ikut mengaplikasikannya dan kemudian bertransformasi menjadi manusia hemat 🙂
1. Botol minum pribadi
Membeli air minum dalam kemasan tak hanya menambah sampah plastik tapi juga memboroskan uang. Bayangkan, jika dalam sehari Anda membeli sebotol air minum dengan harga Rp 3000, dalam sebulan Anda menghabiskan Rp 90 ribu. Sebagai gantinya, belilah botol minum sendiri yang bisa diisi ulang, dengan harga berkisar Rp 20.000 – 50.000 Anda sudah bisa mendapatkan botol minuman yang layak dan bisa ditenteng kemana saja. Menurut pengalaman saya sendiri, hal ini sangat manjur sekali dan layak menduduki posisi pertama Tips Hemat kita kali ini.
Misalkan Anda sedang makan dan ingin memesan air mineral, 1 botol air mineral 600ml bisa dihargai Rp 3.000- Rp 7.000 dengan harga normal hanya Rp 1.500 saja. Belum lagi kalau Anda makan di restoran yang cukup keren, biasanya Anda akan dikenakan charge hingga Rp 10.000 – Rp 17.000, bahkan kadang sadisnya harga itu untuk botol ukuran 300 ml yang harganya tak sampai Rp 1.000 di mini market. Sadis!
Lupakan saja pesanan teh manis atau milksake, sudah mahal berapa banyak kalori yang akan Anda tumpuk di badan hari itu hanya dari 1 gelas minuman? Mulai dari detik ini dan selanjutnya, selalu bawa botol minuman Anda kemana saja!
“Cost Saving: Asumsikan dalam 1 minggu Anda makan 4x di tempat makan dan memesan minum (baik air minerl ataupun bukan). Minimal Anda memesan air mineral 1 buah (Rp 3.000 paling murah) x 4 = Rp 12.000. Dalam 1 bulan Anda mengeluarkan minimal Rp 48.000 untuk minum saja!”
2. Membawa daftar belanjaan
Belanja tanpa rencana hanya akan merusak diri Anda secara emosional (terlalu bernafsu dalam membeli padahal setelah itu baru sadar barang itu sungguh tidak ada gunanya) dan ini sering sekali terjadi pada kebanyakan perempuan. Lapar mata istilahnya. Buatlah daftar belanjaan sebelum pergi berbelanja ke toko. Pastikan daftar Anda hanya berisikan barang-barang yang memang Anda butuhkan. Hanya barang yang masuk daftar yang boleh dibeli, lainnya tidak. Belajarlah untuk disiplin terhadap diri Anda sendiri.
3. Berjalan kaki lebih sering
Saya melihat banyak sekali teman-teman saya yang malas berolahraga namun juga malas jalan kaki. Sudah kemana-mana naik mobil ber AC,apabila harus jalan sedikit ke mini market atau warung makan dekat rumah atau kos sudah muncul semua itu rasa malas. Capek las, panas lah, becek lah dan banyak lagi alasan yang lain. Akhirnya kebanyakan akan mengeluarkan mobil dan memilih pergi ke hypermart (sekalian belanja bulanan katanya) atau makan di restoran yang relatif lebih jauh. Sudah tidak sehat, boros uang, boros bensin dan menambah polusi udara.
Cobalah jalan kaki jika tujuan Anda cukup dekat. Kurangi ketergantungan terhadap kendaraan pribadi dan gunakan kendaraan umum. Anda juga bisa mencoba memberi tumpangan dengan teman yang searah. Bahkan ternayata ada website khusus untuk Anda yang mencari teman yang searah di http://www.nebeng.com. Walah, semua-muanya sekarang dibuatkan websitenya loh. Ayo jangan malas jalan kaki! Selain sehat, murah ternyata bisa membuat awet muda karena aliran darah menjadi lebih lancar daripada mereka yang jarang berjalan. Makanya banyak sekali orang-orang di negeri luar sana jauh lebih sehat karena terbiasa jalan kaki kemana-mana.
4. Suka baca tapi tidak boros
Anda tidak perlu senantiasa membeli buku baru. Kunjungilah perpustakaan untuk mencari buku yang diperlukan. Tips ini banyak berlaku untuk mahasiswa yang sedang mengerjakan skripsi. Silahkan menikmati nongkrong di perpustakaan sampai Anda tahu sudut yang mana yang paling kencang wifi-nya, sudut mana yang paling strategis hingga Anda terbebas dari orang-orang yang sok akrab mengajak Anda mengobrol hingga Anda memboroskan waktu Anda untuk membaca atau menulis.
Untuk Anda yang sudah tidak lagi hobi datang ke perpustakaan, membaca bisa dilakukan dimana saja. Di kantor dengan memanfaatkan rak buku kantor (untuk beberapa kantor yang memiliki) atau minimal koran kantor, bermain ke rumah teman yang hobi membaca buku sehingga Anda bisa ikut membaca atau bahkan meminjamnya.Atau bisa juga Anda mengunjungi toko buku yang mempersilahkan Anda membaca sepuas-puasnya tanpa diusir oleh satpam karena terlalu lama nongkrong dan tidak membeli apapun. Saat naik pesawat sekelas Garuda biasanya Anda sudah disiapkan majalah atau koran gratis, ambil dan jangan lupa dibawa pulang apabila belum selesai dibaca. Browsing dan cari website yang menyediakan buku yang bisa didownload atau dibaca secara online juga memungkinkan untuk memenuhi keinginan kita untuk membaca, misalnya di google books atau feedbook. Terakhir, bagi Anda yang cukup memiliki dana, silahkan mencari cafe yang dilengkapi dengan perpustakaan atau bookshelf, dimana Anda bisa menikmati secangkir kopi (atau bawa botol air minum Anda sendiri apabila Anda sudah memikirkan kemungkin diusir dengan tidak sopan) sambil membaca buku yang Anda inginkan.
Tips diatas sudah saya praktekkan sendiri. Mulai diusir oleh satpam di toko buku, punya tumpukan berbagai macam koran hari ini dari maskapai penerbangan, selalu di cap jadi tukang pinjam buku atau novel sehingga saya menjadi orang pertama yang dicari oleh teman atau guru saya apabila ada buku yang hilang, hingga nongkrong berlama-lama di cafe buku hingga sudah tidak ada uang untuk membeli minuman lagi sudah pernah saya alami. Membaca itu sangat nikmat dan saya rela merogoh kocek dalam-dalam untuk hal ini. Kini setelah memiliki penghasilan cukup, untuk buku-buku yang sangat saya hargai penulisnya saya akan membelinya dan menyimpannya di rak koleksi saya. Tapi tetap saja, saya akan memanfaatkan sumber-sumber lain untuk membaca gratis 🙂
5. Kurangi makan di luar
Beruntunglah bagi Anda yang tinggal di rumah atau kos yang dilengkapi dengan perangkat memasak. Anda bisa memasak dan membawa bekal makan siang untuk di kantor. Memasak akan menghemat banyak biaya dibandingkan selalu makan di luar. Apalagi sekarang banyak sekali reality show masak-memasak. Siapa tahu semakin sering Anda memasak semakin canggih lah kemampuan Anda memasak bahkan bisa menjadi master chef Indonesia, punya banyak uang, bisa nerbitin buku, dan muasih banyak lagi.
Bagi Anda yang malas memasak atau tidak bisa memasak seperti saya belilah makanan yang low budget tapi tetap enak dan sehat, misalnya warteg di dekat kos yang murah, bersih dan bergizi serta kadang-kadang bisa melihat mbak-mbak seksi dari kosan sebelah (loh?). Satu hal yang harus dicamkan, makanan sehat nggak harus mahal kok 🙂
6. Jauhi ATM asing
Mau tarik uang di ATM tapi tidak juga menemukan bank langganan Anda? Kasus yang sering terjadi. Akhirnya memilih untuk mengambil uang melalui ATM bank rekanan menjadi pilihan, apalagi sekarang marak sekali layanan ATM Bersama. Weits, ATM Bersama bukan berarti bebas biaya loh.
Menarik uang dari bank selain bank Anda bisa menyebabkan pemotongan uang dari rekening. Jumlahnya bervariasi mulai dari Rp 3000 hingga Rp 20 ribu (wah, bisa dipakai untuk makan sehari nih!). Nilai ini nampaknya kecil, tapi bayangkan jumlah totalnya jika sering dilakukan. Apabila Anda menarik uang seminggu sekali saja dan terkena biaya transaksi Rp 3.000/transaksi, sudah Rp 12.000 uang Anda buang sia-sia hanya untuk transaksi antar bank belaka. Kenapa harus ‘nyumbang’ bank yang notabene lahannya uang? Sudahlah, hematlah untuk diri Anda sendiri. Nggak usah belagak pengen nyumbang perusahaan orang lain 🙂
Nah, gimana caranya supaya tetap punya uang di dompet tapi tidak boros? Kebanyakan dari kita, termasuk saya, terbiasa untuk ‘cepat’ menghabiskan uang yang ada di dalam dompet. Trik-nya adalah siapkan uang cukup, ketika melihat ATM langganan ambil uang secukupnya dan dilebihkan sedikit sebagai ‘uang jaga-jaga’. Simpan ‘uang jaga-jaga’ tersebut dalam selipan yang ada di dompet, di buku, atau kantong kecil dalam tas sehingga Anda tidak bisa melihatnya ketika membuka dompet untuk mengambil uang. Cara ini lumayan mujarab loh, karena midset kita saat itu adalah: tidak punya uang sehingga kita akan berfikir dua kali sebelum mengeluarkan uang. Nah, baru deh ketika uang bener-bener sudah habis dan tidak bisa menemukan ATM langganan kita bisa menggunakan ‘uang jaga-jaga’ tersebut.
7. Buat kopimu sendiri
Saat ini sedang menjadi trend di kalangan anak muda nongkrong di café buat ngopi. Masalahnya, tidak semua tempat menyediakan kopi enak dan murah serta dilengkapi tempat nongkrong yang asyik, ber-ac serta punya fasilitas wifi. Nah, kebanyakan dari kita akan nongkrong di kafe yang ‘lumayan’ lah, kalo sedikit berduit pasti memilih pergi ke Starbuck, The Coffee Bean atau Excelso dimana Anda semua akan menghabiskan minimal 30 ribu untuk secangkir kopi. Duh, udah mahal, rasanya beti (beda tipis) sama kopi sachet. Mending ditabung untuk membeli yang lainnya, ya khan? Daripada membeli kopi mahal di kafe, lebih baik minum kopi buatan sendiri. Kalau 1 minggu ngopi 1x di kafe habis 30 ribu, sebulan Anda menghabiskan minimal 120 ribu hanya untuk ngopi. Buat apa sih buang-buang uang untuk sesuatu yang sifatnya gak urgent? Mending uang kopi digunakan buat yang lain, minum aja Nescafe Cappucino atau kopi Sedikit-sedikit mengirit lama-lama jadi bukit.
8. Daur ulang
Ayo, bagi kamu-kamu yang punya ide kreatif, be creative! Ada banyak ide yang bisa dilakukan untuk mendaur ulang barang yang tak digunakan lagi. Misalnya, menggunakan kertas bekas print, bagian belakang yang kosong masih bisa digunakan untuk menulis atau corat-coret. Kalau mau mengeluarkan sedikit effort , kita bisa juga mengumpulkannya dan dibendel menjadi sebuah buku loh. Buat sampul buku sesuai seleramu, selain kreatif kita juga menjadi lebih semangat untuk menulis disana. Mengurangi penggunaan kertas berarti juga membantu mengurangi penebangan pohon sebagai bahan utama kertas bukan? Bisa juga buat kaum wanita untuk mulai melihat lagi isi lemari, padukan pakaian lama dengan baju lain sehingga menjadi lebih menarik. Toh sekarang mode pakaian tahun 70 dan 80-an sudah kembali menjadi fashion kembali bagi wanita di penjuru dunia. So why not? Selain irit, Anda juga semakin modis dalam berpakaian.
Kebanyakan dari ide di atas telah saya praktekkan selama bertahun-tahun dan most of them are success! Mau dikata pelit kek, sok irit kek, atau apapun ga usah peduli. Kita hidup untuk diri kita sendiri, kalau Anda punya cukup dana untuk melakukan hal lain yang lebih berguna untuk Anda dan juga orang lain yang Anda sayangi, tidak perlu berpura-pura loyal. Just be yourself! Nah, sekarang apakah Anda punya ide lain yang jauh lebih hemat? Mari menjadi generasi hemat!
Reference:
http://id.berita.yahoo.com/sepuluh-cara-berhemat.html








Leave a reply to orang Cancel reply